fbpx

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2027, Ini Persiapan Kemendikdasmen

bahasa inggris

Share this post

Kemampuan Bahasa Inggris kini semakin dipandang sebagai keterampilan penting di era global. Oleh karena itu, pemerintah mulai menyiapkan langkah baru agar siswa dapat mengenalnya lebih awal sejak sekolah dasar.

Melansir dari Kemendikdasmen, Bahasa Inggris direncanakan menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun 2027. 

Untuk mendukung implementasi tersebut, Kemendikdasmen meluncurkan program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).

Kenapa Bahasa Inggris jadi fokus utama?

Salah satu alasan utama program ini hadir adalah kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Indonesia yang masih perlu ditingkatkan.

Berdasarkan EF English Proficiency Index 2024, Indonesia masih berada di peringkat 80 dari 116 negara. Data ini menunjukkan bahwa penguasaan Bahasa Inggris masih menjadi tantangan, termasuk dalam dunia pendidikan.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong penguatan kemampuan sejak usia dini agar siswa lebih terbiasa menggunakan bahasa internasional tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Baca jugaMendikdasmen Dorong Budaya Literasi & Menulis Sejak SD Lewat Pembelajaran Mendalam

Ribuan guru SD mulai dilatih

Source: Kemendikdasmen

Tahap pertama program PKGSD-MBI diikuti oleh:

  • 5.777 guru SD
  • berasal dari 34 provinsi
  • dan 177 kabupaten/kota

Program ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan tenaga pengajar sebelum Bahasa Inggris diterapkan secara lebih luas di sekolah dasar.

Ke depannya, target program ini cukup besar. Hingga tahun 2029, Kemendikdasmen menargetkan sebanyak 90.447 guru dapat mengikuti pelatihan serupa.

Artinya, transformasi di SD ini tidak hanya fokus pada kurikulum, tetapi juga kesiapan guru di berbagai daerah.

Bukan sekadar hafalan, tapi komunikasi

Menariknya, Kemendikdasmen menekankan bahwa pembelajaran di SD ini tidak hanya berfokus pada teori atau hafalan kosakata.

Guru didorong untuk mulai menggunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari di kelas agar siswa lebih terbiasa mendengar dan mempraktikkannya secara langsung.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena siswa belajar bahasa melalui kebiasaan dan interaksi, bukan hanya lewat buku pelajaran.

Dengan kata lain, mata pelajaran di tingkat sekolah dasar ini diarahkan menjadi alat komunikasi sederhana yang digunakan secara natural dalam proses belajar.

Baca jugaIndonesia Bawa Bahasa ke Dunia: Upaya Jaga Eksistensi Bahasa Indonesia di Australia

Tantangan implementasi di sekolah

Meski program ini membawa peluang besar, penerapannya tentu memiliki tantangan tersendiri. Mulai dari kesiapan guru, pemerataan pelatihan, hingga akses sekolah terhadap sumber belajar yang memadai.

Selain itu, pendekatan pembelajaran juga perlu dibuat menyenangkan agar siswa SD tidak merasa terbebani saat belajar bahasa asing sejak dini.

Jika diterapkan dengan tepat, program ini berpotensi membantu siswa Indonesia lebih siap menghadapi dunia global di masa depan.

Tertarik mengikuti perkembangan dunia pendidikan dan inovasi pembelajaran lainnya? Yuk, eksplor lebih banyak artikel menarik di blog Kelas Juara!