Belajar dengan bantuan AI tidak harus berarti meminta jawaban untuk setiap pertanyaan. Inilah pendekatan yang ditawarkan melalui Study Notebooks di Gemini.
Fitur ini dirancang sebagai ruang belajar interaktif yang dapat menyesuaikan pembelajaran berdasarkan tujuan, materi, dan perkembangan pengguna.
Jika digunakan dengan tepat, AI juga dapat membantu siswa memahami materi, menemukan bagian yang belum dikuasai, hingga menentukan apa yang perlu dipelajari berikutnya.
Kini, Study Notebooks juga tersedia bagi pengguna berbagai usia yang menggunakan akun Google yang diberikan sekolah atau tempat kerja, selama fitur Gemini dan Gemini Notebook diaktifkan oleh administrator.
Bagi siswa, guru, maupun orang tua yang ingin memahami cara belajar dengan AI secara lebih terarah, fitur ini menawarkan pendekatan yang cukup menarik. Mari kita bahas!
Apa Itu Study Notebooks di Gemini?
Study Notebooks merupakan ruang khusus di Gemini yang mengubah AI menjadi pengalaman belajar yang lebih interaktif dan adaptif.
Pengguna dapat menentukan apa yang sedang dipelajari, kemudian memasukkan materi kelas atau sumber pembelajaran yang relevan. Dari sumber tersebut, Gemini dapat membantu membuat pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Jadi, daripada hanya bertanya, “Apa itu fotosintesis?” misalnya, siswa dapat memberikan materi pelajaran yang sedang digunakan di kelas dan menjadikan materi tersebut sebagai dasar untuk proses belajar.
Pendekatan ini membuat cara belajar dengan AI menjadi lebih kontekstual karena proses pembelajaran dapat berangkat dari sumber yang memang sedang dipelajari.
1. Buat Study Notebook Berdasarkan Materi yang Dipelajari
Langkah pertama dalam menggunakan Study Notebooks adalah membuat notebook baru.
Di aplikasi Gemini, pengguna dapat membuka sidebar sebelah kiri, memilih “New notebook”, kemudian memilih “Study and learn”.
Setelah itu, pengguna dapat memberi tahu Gemini mengenai topik yang sedang dipelajari dan mengunggah materi kelas atau sumber lainnya.
Misalnya, siswa sedang mempersiapkan ujian matematika. Materi pelajaran, catatan kelas, atau sumber relevan dapat dimasukkan ke dalam notebook tersebut.
Dari sini, notebook menjadi ruang belajar khusus untuk topik tersebut.
2. Cari Tahu Bagian yang Belum Dikuasai
Salah satu bagian menarik dari cara belajar dengan AI melalui Study Notebooks adalah adanya progress check quizzes.
Pengguna dapat meminta kuis untuk mengetahui sejauh mana pemahamannya terhadap materi.
Hasil dari kuis tersebut dapat membantu mengidentifikasi bagian yang sudah dikuasai dan bagian yang masih membutuhkan perhatian.
Misalnya, seorang siswa memahami konsep dasar sebuah mata pelajaran tetapi masih kesulitan pada topik tertentu. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan materi mana yang sebaiknya dipelajari lebih lanjut.
Dengan demikian, belajar tidak harus dimulai dari semua materi sekaligus.
Siswa dapat lebih dulu melihat learning gaps atau kesenjangan pemahaman yang dimiliki.
3. Belajar Lewat Pelajaran Singkat yang Dipersonalisasi
Setelah mengetahui bagian yang perlu diperbaiki, pengguna dapat mengikuti pelajaran singkat yang disesuaikan dengan kebutuhan belajarnya.
Study Notebooks menyediakan bite-sized lessons yang dilengkapi dengan kuis latihan.
Format pembelajaran seperti ini dapat membantu siswa memecah materi yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Misalnya, daripada mencoba memahami satu bab sekaligus, siswa dapat mempelajari beberapa tujuan pembelajaran secara bertahap.
Menariknya, siswa juga dapat mengajukan pertanyaan secara langsung ketika sedang mengikuti materi. Jadi, proses belajar tidak harus berhenti ketika menemukan konsep yang belum dipahami.
Baca juga: Gemini Notebook di Google Docs: AI Bantu Menulis dari Sumber yang Terorganisir
4. Pantau Perkembangan Belajar Secara Real-Time
Belajar akan lebih mudah dievaluasi jika siswa mengetahui sejauh mana perkembangannya.
Study Notebooks menyediakan dynamic dashboard yang membantu pengguna memantau tingkat penguasaan materi.
Tujuan belajar dapat dipecah menjadi beberapa objectives, kemudian topik dikategorikan menjadi “Strengths” dan “Focus areas.”
“Strengths” menunjukkan area yang relatif sudah dikuasai, sementara “Focus areas” membantu menunjukkan topik yang membutuhkan perhatian lebih.
Dari informasi tersebut, sistem dapat merekomendasikan pelajaran yang menjadi prioritas berikutnya.
Bagi siswa, fitur seperti ini dapat membantu menjawab pertanyaan sederhana tetapi penting: “Setelah ini, saya harus belajar apa?”
Belajar Berdasarkan Materi Kelas
Salah satu hal penting dari Study Notebooks adalah pembelajaran dapat didasarkan pada materi yang diberikan pengguna.
Google menjelaskan bahwa pembelajaran siswa dapat grounded pada materi kelas yang tepercaya. Dengan demikian, pelajaran yang diberikan Gemini dapat tetap berkaitan dengan kurikulum atau materi yang sedang digunakan.
Hal ini menjadi penting dalam pendidikan.
AI memang dapat memberikan banyak informasi, tetapi tidak semua informasi otomatis sesuai dengan materi yang sedang dipelajari siswa. Dengan menggunakan materi kelas sebagai sumber, konteks pembelajaran dapat dibuat lebih relevan.
Meski begitu, siswa tetap perlu memeriksa informasi dan menggunakan arahan guru sebagai acuan utama, terutama ketika terdapat perbedaan antara hasil AI dan materi pembelajaran yang digunakan di sekolah.
Bagaimana Guru dan Orang Tua Dapat Mendukung?
Bagi guru, perkembangan seperti Study Notebooks menunjukkan bahwa AI dapat digunakan untuk mendukung personalized learning. Guru dapat tetap menjadi sumber arahan utama, sementara teknologi digunakan untuk membantu siswa berlatih dan mengeksplorasi materi sesuai kebutuhannya.
Sementara bagi orang tua, memahami cara belajar dengan AI dapat membantu ketika mendampingi anak menggunakan teknologi.
Yang perlu ditekankan bukan hanya “boleh atau tidak menggunakan AI”, tetapi juga bagaimana AI digunakan.
Apakah siswa menggunakannya untuk memahami materi? Apakah sumber yang digunakan relevan? Apakah siswa tetap mengerjakan latihan dan berpikir sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting agar AI benar-benar menjadi alat bantu belajar, bukan sekadar jalan pintas untuk mendapatkan jawaban.
Baca juga: Notebooks in Gemini: Ruang Belajar AI untuk Guru dan Siswa
AI Bisa Membantu Siswa Belajar Sesuai Kebutuhannya
Study Notebooks di Gemini memperlihatkan bagaimana pengalaman belajar berbasis AI dapat dibuat lebih personal.
Mulai dari mengunggah materi, mengukur pemahaman, mengikuti pelajaran singkat, hingga memantau progres, seluruh proses dirancang untuk membantu siswa mengetahui apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu dipelajari.
Pada akhirnya, cara belajar dengan AI bukan tentang membiarkan teknologi mengambil alih proses belajar. Justru, AI dapat digunakan untuk membantu siswa belajar dengan lebih terarah, sementara guru dan orang tua tetap berperan dalam memberikan konteks, arahan, dan pendampingan.
Teknologi pendidikan terus berkembang, dan memahami cara memanfaatkannya menjadi bagian penting dari kesiapan belajar di era digital.
Mau tahu lebih banyak tentang AI dan teknologi yang bisa mendukung kegiatan belajar?
Kunjungi blog Kelas Juara untuk menemukan berbagai artikel seputar AI dalam pendidikan, Google Workspace for Education, teknologi pembelajaran, serta tips digital lainnya untuk guru, siswa, dan orang tua.
