fbpx
Forum Navigation
Forum breadcrumbs - You are here:KelasPengalaman Menjadi Guru Di Daerah …
Please or Register to create posts and topics.

Pengalaman Menjadi Guru Di Daerah 3T

Pada tahun 2019, saya mengikuti mata kuliah wajib yang sangat menarik: KKN (Kuliah Kerja Nyata). Alhamdulillah, saya diterima untuk tergabung dalam tim KKN Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Selama kurang lebih 2 bulan, saya tinggal di Kabupaten terselatan Indonesia ini, banyak sekali cerita menarik yang bikin tidak habis pikir. Perbedaan yang sangat kontras terasa saya rasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Rote Ndao. Berangkat dari Kota Medan, yang apa-apanya serba tercukupi. Listrik, air, sinyal, bahan makanan, hingga infrastruktur jalan beraspal dan semua yang kita butuhkan, ada di Medan. Sementara di Desa yang kami tempati adakah sarana prasarana itu? Jawabannya tidak ada. Disini saya akan berbagi pengalaman saya selama 2 bulan mengajar di daerah 3T.

Dusun Nusakdale adalah yang terjauh dan paling ujung. Kurang lebih 3Km menuju sekolah yang paling dekat. Apabila berangkat ke sekolah, para siswa harus berangkat pagi-pagi buta dengan berjalan kaki. Jika air laut sedang surut, mereka bisa memotong jalan melewati pantai. Jika air pasang, mereka harus memutar melewati jalan desa.

Tempat saya mengajar adalah daerah perbukitan dimana mengharuskan saya mengendarai sepeda motor melalui jalanan terjal, berliku dan menanjak. Kondisi sekolahnya jauh dari bagus, namun masih bisa dilakukan aktivitas pembelajaran. Seragam sekolah pun digunakan seadanya, tidak diwajibkan bersepatu karena tidak semua murid memiliki sepatu.
Tetapi, minat belajar siswanya tentang hal baru, dalam hal ini Saya mengajar Bahasa Inggris, sangatlah tinggi. Namun itu tidak bertahan lama karena mereka keburu bosan dengan jadwal yang tak menentu.

Pada mata pelajaran reguler di hari-hari sekolah biasanya, mereka lebih banyak bermain di luar kelas dikarenakan banyak guru-gurunya tidak masuk. Hal ini berimbas pada pengetahuan yang mereka terima. Bahkan ada salah satu anak kelas 5 yang belum lancar membaca. Secara tidak langsung hal ini menjadi perhatian penting dari terpencil dan tidak adanya kesadaran penuh dari tenaga pendidik akan kebutuhan siswanya. Kenapa? Karena lokasinya yang terpencil dan akses menuju ke tempat ini cukup memberatkan para pendidik. Namun, kembali lagi ke fungsi seorang pendidik yang digaji oleh negara untuk mendidik, mengajar dan membimbing siswanya.

Mengajar daerah 3 T itu rasanya menyayat hati sekali. Melihat kualitas pendidikan yang stagnan di daerah terpencil dengan fasilitas seadanya. Gurunya hampir 90% honorer yang digaji cuma 100 - 300 ribu perbulannya.

Jadi, secara umum melihat banyaknya berita dan informasi mengenai terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan di daerah-daerah terpencil di Indonesia, nasib pendidikan nampaknya tidak begitu baik. Daerah terpencil seharusnya bisa menjadi fokus utama pemerintah daerah untuk dimajukan dari segi akses dan fasilitasnya. Semoga pendidikan di Indonesia bisa lebih merata dengan tumbuhnya kesadaran pada diri masyarakat, pemerintah, dan khususnya tenaga pendidik yang ditugaskan di daerah terpencil tersebut.

Semoga suatu saat setiap anak Indonesia tidak hanya menikmati alam Indonesia yang indah namun juga pendidikan berkualitas.

Kelas Juara on Youtube
Kelas Juara Podcast Eps. 6 - Chromebook for Education
Kelas Juara Podcast Eps 5 - Belajar Online Pasti Seru dengan Google for Education
Kelas Juara Podcast Eps 4: KATA SIAPA MASUK UI SUSAH? #PART 2
Kelas Juara Podcast Eps 3 - KATA SIAPA MASUK UI SUSAH? #PART 1