fbpx

Kurikulum Nasional Tahun Ajaran 2025/2026: Arah Baru Pendidikan Indonesia

kurikulum nasional

Share this post

Tahun ajaran 2025/2026 menandai babak baru dalam perjalanan pendidikan Indonesia, lewat ‘Kurikulum Merdeka’ sebagai kurikulum nasional yang memfokuskan pembelajaran mendalam atau deep learning.

Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan sejak 2022 telah membuka ruang fleksibilitas lebih besar bagi sekolah dan guru. Dan kini, kurikulum 2025 hadir untuk melanjutkan arah tersebut dengan pendekatan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Deep Learning sebagai inti kurikulum 2025

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan bahwa mulai tahun ajaran 2025/2026, kurikulum nasional tetap menggunakan dua kerangka utama, yaitu Kurikulum 2013 (K-13) dan Kurikulum Merdeka. 

Kurikulum Merdeka sendiri telah resmi ditetapkan sebagai kurikulum nasional melalui Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024. Namun, K-13 masih dapat digunakan di sekolah yang belum sepenuhnya beralih, untuk menyesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing.

Salah satu ciri utama kurikulum 2025 adalah pendekatan deep learning, sebagai metode pembelajaran yang membantu siswa memahami konsep secara menyeluruh dan tidak mudah melupakan materi yang dipelajari. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Kurikulum ini juga menekankan tiga prinsip utama dalam pembelajaran: mindful (sadar), meaningful (bermakna), serta joyful (menyenangkan). Dengan pendekatan ini, suasana belajar di kelas diharapkan menjadi lebih hidup, relevan, dan berpusat pada pengalaman belajar siswa.

Peran guru dan dukungan pemerintah

Implementasi kurikulum nasional tentu tidak bisa dilepaskan dari peran guru sebagai ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah merencanakan pendampingan implementasi kurikulum di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi, termasuk melalui pelatihan intensif. 

Tujuannya adalah memastikan guru memiliki pemahaman yang kuat tentang pendekatan deep learning serta mampu mengadaptasikannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Sebab, transformasi ini bukan hanya soal perubahan materi, tetapi juga perubahan cara mengajar. Guru dituntut untuk beralih dari metode ceramah ke pembelajaran berbasis eksplorasi dan diskusi, untuk mendorong siswa aktif mencari solusi serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks nyata.

Baca jugaKegiatan Kokurikuler: Jembatan Penting antara Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa 

Coding dan AI: bekal menghadapi era digital

Selain deep learning, kurikulum nasional tahun 2025/2026 juga memperkenalkan mata pelajaran pilihan seperti koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk siswa SD kelas atas dan SMP, dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana di sekolah.

Terobosan ini dilakukan karena kini penguasaan teknologi menjadi kompetensi penting di era digital dan revolusi industri 4.0. Karena itu, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk menyusun kurikulum yang relevan sekaligus menyiapkan pelatihan bagi guru.

Baca jugaGemini di Google Classroom: Babak Baru AI untuk Cara Belajar Mahasiswa 

Menuju pendidikan yang berkelanjutan

Bisa dibilang, kurikulum nasional tahun ajaran 2025/2026 merupakan langkah strategis membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada capaian akademis, pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi masa depan. 

Kolaborasi antara pemerintah, guru, sekolah, dan orang tua diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar lebih bermakna bagi siswa, untuk menyiapkan generasi adaptif, kreatif, dan berdaya saing.

Untuk mendukung pendidikan berkelanjutan, Kelas Juara hadir dan berkomitmen memajukan kecerdasan bangsa, lewat berbagai informasi menarik seputar dunia teknologi pendidikan. Kamu bisa temukan selengkapnya eksklusif di blog Kelas Juara. Selamat belajar!